Dampak Sosial dan Kultural (Positif dan Negative) dari Teknologi Komunikasi

Published 28 November 2011 by komunikasi2010

Dampak Sosial dan Kultural (Positif dan Negative) dari Teknologi Komunikasi

Oleh:Siti Wardah Apriliana M

201010040311240

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang

 Di zaman yang sangat modern saat ini, perkembangan dunia komunikasi sangatlah tinggi,Berkembangnya teknologi ini pastinya juga sangat berpengaruh terhadap masyarakat yang ada di dalamnnya. Sebagai contohnya negara-negara yang maju saat ini sangatlah banyak, mulai dari negara barat amerika serikat, hingga tetangga kita sendiri yaitu jepang yang sangat mempengaruhi perkembangan teknologi di dunia ini. Dalam mengenal teknologi masyarkat juga harus tau dampa positif dan negatif nya.

 

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja dampak Positif nya?

2. Apa saja dampak Negatif nya?

BAB II

Pembahasan

 

1.Dampak Positif

  • Teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi bagian utama penentu gerak peradaban umat manusia.
  • Dengan teknologi informasi dan komunikasi semua proses kerja dan konten akan ditransformasikan dari fisik dan statis menjadi digital, mobile, virtual dan personal. Akibatnya kecepatan kinerja bisnis meningkat dengan cepat. Kecepatan proses meningkat sangat tajam di banyak aktivitas modern manusia.
  • Masyarakat pengguna jasa telekomunikasi sudah tidak lagi mengharapkan jasa telekomunikasi hanya sebagai sarana penghubung suatu lokasi dengan Iokasi Iainnya yang berjarak cukup jauh untuk berkomunikasi atau berbicara.
  • Peran industri komputer, terutama industri perangkat Iunak, sangat menentukan dalam memunculkan Iayanan-Iayanan baru. Sejumlah vendor besar dalam industri perangkat Iunak dewasa ini tengah bersaing dalarn menciptakan dan merebut pasar Iayanan-Iayanan baru berbasis IT. Disamping itu, perusahaan-perusahaan jasa di berbagai sektor tengah bersaing juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para kastememya dengan menerapkan layanan berbasis IT services.
  • Dengan berkembangnya teknologi komunikasi, kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi terus meningkat, dan mendorong fungsi jasa telekomunikasi berubah menjadi sarana untuk mendapatkan informasi.
  • Perkembangan internet di dunia telah membawa dampak yang signifikan bagi Industri IT di Indonesia seperti menjamurnya ISP, munculnya software house baik besar maupun kecil dan bermunculannya web commerce yang tidak pemah terbayangkan sebelumnya. meningkatkan produktivitas, memperpendek waktu dan jarak.
  • Orang-orang yang mengakses internet mengadopsi nilai-nilai profesionalisme yang mengutamakan prinsip kepakaran, otoritas, otonomi, autensitas dan integritas. Bukan mustahil pula mereka tidak menyukai lagi solidaritas komunal. Kalau ini yang terjadi, sesungguhnya perubahan sistem nilai itu baik untuk kemajuan masyarakat secara keseluruhan. Artinya, nilai-nilai yang diadopsi adalah nilai yang bermanfaat untuk membangun kebudayaan industrial.
  • Situs pertemanan di dalam internet dengan teknologi komunikasi menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berada dalam jarak yang begitu jauh bahkan dalam dimensi waktu yang berbeda. Orang-orang yang sebelumnya tidak pernah bertemu sekalipun “didekatkan” oleh facebook dkk ini. Kelancaran dalam berkomunikasi, mendekatkan hubungan antar teman, atau sekedar mencari kenalan, bukan lagi menjadi sebuah masalah karena situs-situs jejaring sosial ini telah menjembatani segalanya. Kebutuhan manusia untuk bergaul dan bersosialisasi, menyalurkan kodratinya sebagai individu zoon politicon serta merasakan kebersamaan dan keakraban dengan pihak-pihak yang menjadi partner interaksinya, seakan telah betul-betul terpenuhi melalui pemanfaatan situs pertemanan ini.
  • Lapangan pekerjaan baru menjadi semakin terbuka, yang berarti angka pengangguran dapat ditekan dan memicu pertumbuhan ekonomi negara.
  • Dalam aplikasi teknologi komunikasi yang dapat menunjang kegiatan kewirausahaan, marketing dan periklanan, kita juga dapat menemukan aspek positif dari kehadiran teknologi komunikasi ini di ranah ekonomi. Adalah advertising In cyberspace, online marketing yang merupakan contoh dari sarana perolehan laba dan pertumbuhan ekonomi yang dapat semakin digalakkan berkat kehadiran teknologi komunikasi.

2.Dampak Negatif

  • Mempercepat terjadinya proses inflitrasi budaya satu ke budaya lainnya secara intensif dan dapat menyebabkan terjadinya penghapusan budaya
  • Dampak tayangan televisi, film, dan penyebaran video porno melalui internet juga menambah terjadinya praktik kekerasan, mistisisme, dan hura-hura ala sinetron.
  • Bahkan jika semua fakultas psikologi diIndonesiamau dengan sukarela meriset kondisi mental siswa-siswi di sekolah, pastilah akan didapati banyak sekali anak usia sekolah yang mengalami depresi dan sakit jiwa.
  • Dalam bahasa seorang sutradara Peter Weir, sebagai toxic culture, sebuah tayangan yang terlalu memamerkan kekerasan dan erotisme sangat tidak mendidik dan dapat menyebabkan kriminalitas di usia muda meningkat, egoisme tambah menjadi-jadi, bahkan juga dapat merusak lingkungan dan budaya sekolah ke arah yang tidak sehat (Bennet: 2000; Gidley: 2000).
  • Internet menyebabkan isolasi sosial (social isolation). Makin lama seorang individu menggunakan internet, makin berkurang kontaknya dengan lingkungan sosial (Suara Pembaruan, 2/9/01).
  • Tingkat ketrgantungan pada orang lain semakin berkurang.
  • Jika diibaratkan sebagai pengembara, maka orang-orang yang mengakses internet akan banyak melakukan perjalanan, banyak melihat dan tentu saja banyak memperoleh informasi. Semua pengalarnan itu, tentu saja akan mengubah pandangan mereka tentang diri mereka sendiri serta nilai dan norma yang selama ini mereka anut. tapi bukan mustahil yang terjadi adalah, orang-orang yang mengakses internet tidak peduli lagi dengan tatanan moral, sistem nilai dan norma yang telah disepakati berpuluh-puluh tahun. Mereka hanyut dalam pengembaraan mereka dan menabrak apa saja yang mereka anggap menghambat tujuan mereka. Mereka merasa tidak peduli lagi dengan segala aturan yang ada. Bila melihat kenyataan di negara-negara maju, kita tentu mengerti bahwa perubahan yang terjadi pada orang-orang yang mengakses internet adalah perubahan moral dan kemanusiaan. Orang tidak peduli lagi dengan moral yangselama ini dijunjung tinggi. Orang juga tidak peduli dengan nilai kemanusiaan orang lain. Sudah begitu, orang lebih percaya pada isu daripada informasi, lebih percaya pada rumor ketimbang kebenaran. Pergeseran nilai yang nampak ekstrim adalah kemudahan pengguna untuk menjelajahi situs-situs porno atau situs-situs cabul yang banyak bertebaran di internet dan bebas sensor karena internet dianggap tidak memiliki aturan dan kejelasan hukum dalam penggunaannya. Selain itu muncul kejahatan menggunakan internet yang disebut dengan “carding” berupa pembobolan kartu kredit milik orang lain. Ini disebabkan karena keamanan dalam internet saat ini masih belum sempurna khususnya berkaitan dengan subscribe pendaftaran diri pada suatu situs.
  • Orang-orang yang mengakses teknologi komunikasi informasi akan meluangkan waktu yang banyak dan biaya yang mahal untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Meski telah terpuaskan oleh informasi yang didapat kecenderungannya orang-orang tersebut akan terus mencari dan mencari informasi memalui internet. Disinilah kondisi penyerahan diri pada teknologi terjadi akibanya Keasyikan dalam menggunakan internet menjadikan semacam kecanduan yang mau tidak mau membawa ke arah pengeluaran keuangan yang lebih.
  • Tanpa disadari perlahan manusia mengalami candu akan friendster, tak dapat berlama-lama meninggalkan facebook serta mengamati tiap-tiap peristiwa terkini yang dikabarkan didalamnya, merasa perlu dan wajib untuk mengupdate status sesering mungkin di twitter serta tak mau ketinggalan untuk mengikuti aktivitas atau sekedar “kicauan” para follower di twitter yang dimilikinya. Ketika frekuensi penggunaan dan tingkat kebutuhan yang terlampau tinggi ini dirasakan benar oleh para penggunanya, hingga mengurangi aktivitas sosialisasi mereka di dunia pergaulan yang sesungguhnya, maka saat itulah teknologi komunikasi ini menjadi isu yang berdampak negatif terhadap pergaulan individu dan masyarakat pada skala yang lebih luas. Banyak orang yang terlalu asyik dengan pertemanan semunya di dunia maya hingga mengabaikan rekanan yang mereka miliki secara nyata yang berada di sekeliling mereka, mereka terlampau sibuk di depan PC mereka, atau tak dapat lepas dari ponsel yang dilengkapi dengan fasilitas internet yang begitu memadai. Akibatnya timbullah fenomena anti sosial dan sikap individualistis dari individu yang tentunya akan berdampak buruk terhadap kehidupan pergaulannya jika dalam jangka waktu yang lama individu tersebut tidak dapat mengelola dan menyeimbangkan intensitas dan frekuensi kedua jenis dimensi pergaulan yang digelutinya ini. Isu pornografi, kekerasan dalam rumah tangga dan terhadap anak-anak juga menjadi hal kontroversial yang merupakan aspek negatif dari penggunaan teknologi komunikasi dalam bidang sosial.
  • Monopoli dan praktik imperialisme yang dilakukan oleh para pemilik modal yang besar, yang notabene begitu berpeluang untuk mendominasi kegiatan manajerial usaha yang dijalankan dengan didukung oleh penguasaan dan penerapan teknologi yang sangat canggih. Hal ini tentunya akan berimbas pada kelangsungan industri kecil atau menengah ke bawah yang belum memiliki spesifikasi pemanfaatan teknologi yang cukup baik untuk dapat berkompetisi dengan kalangan pemegang  kapital yang dominan tersebut.
  • Terjadinya cultural lag atau bahkan cultural shock yang dirasakan oleh sebagian masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat ketidaksiapan mereka dalam menyerap dan mengadopsi budaya luar yang sedikit atau benar-benar berbeda dengan budaya lokal yang telah ada dan berkembang sebelumnya. Inilah yang menjadi cikal bakal timbulnyagayahidup konsumerisme di kalangan masyarakat karena mereka hanya menyerap budaya baru yang masuk itu secara tidak utuh sehingga mereka tidak benar-benar mengetahui esensi dari pergeseran atau perubahan budaya yang mereka ikuti. Contohnya adalah kalangan remaja dewasa ini  yang beberapa di antaranya ikut-ikutan menggunakan ponsel blackberry hanya karena terpengaruh lingkungan pergaulan yang didominasi oleh para pengguna BB tersebut tanpa mengetahui dan memahami secara jelas signifikansi penggunaan gadget tersebut. Parahnya lagi, sikap individualistis, hedonisme bahkan sekularisme yang seakan semakin menjajal pola pikir dan perilaku masyarakat akibat pengaruh dari budaya luar yang jelas-jelas berbeda dengan tradisi budaya yang dimiliki (terlebih bagi masyarakatAsiayang berkonteks budaya tinggi; budaya Timur). Masyarakat seakan semakin diperbudak oleh teknologi yang menyebabkannya lalai dalam bersosialisasi, individu kian tunduk pada trend dunia dan segala sesuatu hal baru yang dipuja-puja masyarakat global, tanpa mengetahui esensinya dan hanya karena dilatarbelakangi perasaan takut terkucil atau tersisih. Menjadi seorang luddite atau bahkan laggard seakan menjadi momok yang benar-benar harus dihindari oleh individu jika tidak ingin disebut ketinggalan zaman atau menyandang predikat sebagai si gagap teknologi. Dan lagi-lagi, hal ini seringkali terjadi tanpa dilatarbelakangi alasan dan kepentingan yang jelas terhadap penggunanaan teknologi sehingga esensi dari pengadopsian budaya baru menjadi terabaikan.
  • Jurang antara pihak yang kaya dan miskin informasi makin besar, privacy jadi terganggu, orang jadi terpencil dari lingkungan sosial, informasi tidak benar disusupkan melalui media interaktif dan batasan-batasan pekerjaan yang lama tidak berlaku lagi.


BAB III

 KESIMPULAN

Jadi, dalam menyikapi semakin meluasnya pengaruh teknologi komunikasi di segenap aspek kehidupan manusia, hendaknya kesadaran akan isu, pengaruh positif dan negatif yang diberikan teknologi komunikasi tersebut dapat dimiliki oleh tiap-tiap individu agar mereka mampu menampilkan sikap selektif dengan tetap berpartisipasi aktif menggunakannya dan menghindari dampak negatif sementara memanfaatkan hal-hal positif dari keuntungan yang diberikan teknologi komunikasi ini dalam ranah sosial, ekonomi, budaya dan politik. Intinya, tepat cara, tepat guna dan tepat sasaran merupakan pencapaian yang hendaknya ditargetkan oleh pihak-pihak yang mengadopsi dan memanfaatkan teknologi komunikasi di masa kini dan nanti.

                                                           BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

 

http://kpde.bantulkab.go.id/?p=552

http://irfanwidyanto.blogspot.com/2007/04/teknologi-informasi-dan-komunikasi.html

http://www.dapunta.com/teknologi-informasi-dan-citra-pendidikan.html

http://www.dapunta.com/teknologi-informasi-dan-citra-pendidikan.html

http://smamuhammadiyahtasikmalayasosiologi.blogspot.com/2010/01/konsekuensi-sosial-teknologi-komunikasi.html

http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=4468&Itemid=51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: