ERA TV DIGITAL (DTV) DI INDONESIA

Published 21 November 2011 by komunikasi2010

ERA TV DIGITAL (DTV) DI INDONESIA

Oleh: Tri Ajeng Natalina Kusumaningtyas

201010040311245

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

 

Di jaman yang sudah maju ini, tentu juga akan mempengaruhi perkembangan peralatan teknologi yang ada. Sehingga sekarang ini banyak dijumpai peralatan yang serba canggih. Negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang terus melakukan inovasi di bidang teknologi yang kemudian di pasarkan di seluruh negara.  Teknologi tersebut tentu memberikan manfaat bagi manusia yang pada akhirnya dapat mengembangkan kreativitas negara-negara lainnya.

Berkembangnya negara Indonesia juga memicu perkembangan masyarakatnya. Masyarakat sekarang membutuhkan informasi yang cepat dan ditunjang dengan peralatan teknologi canggih sehingga masyarakat bisa disebut sebagai masyarakat yang berbasis pengetahuan yaitu masyarakat yang menjadikan menjadikan pengetahuan sebagai kebutuhan dan menjadikannya sebagai prestige dalam kehidupan

Indonesia sebagai negara berkembang juga dapat menikmati adanya pembaruan teknologi yang semakin canggih. Salah satu teknologi yang berkembang adalah televisi. Televisi yang dulunya disebut sebagai televisi analog sekarang berkembang menjadi televisi digital (DTV). Seperti yang kita ketahui, hampir semua orang di dunia pasti mempunyai televisi, karena dengan televisi kita dapat memperoleh banyak informasi dan hiburan, baik yang bersifat audio maupun video. Oleh karenanya, televisi juga mengalami perkembangan yang pesat.

Televisi digital sudah lama ada di negara-negara maju dan sekarang sudah mulai memasuki negara Indonesia. Meskipun belum semua masyarakat Indonesia beralih ke televisi digital, tetapi televisi digital ini sudah mulai banyak diminati karena banyaknya manfaat dan efisiensi yang dapat diperoleh. Televisi digital juga dinilai memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan televisi analog.

1.2. Rumusan Masalah

  1. Apakah pengertian dari TV Digital (DTV) ?
  2. Bagaimana sistem dari TV Digital ?
  3. Apa dampak dari adanya TV Digital ?
  4. Apa perbedaan antara TV Digital dan TV Analog ?

BAB II

PEMBAHASAN

a.      Apakah TV Digital itu ?

                   ”Digital Television (DTV) is an advanced broadcasting technology that has transformed your television viewing experience. DTV has enabled broadcasters to offer television with better picture and sound quality. It also offers multiple programming choices, called multicasting, and interactive capabilities

Dari penjelasan yang dikutip dari dtv.gov di atas, telah dijelaskan bahwa tv digital adalah teknologi penyiaran yang canggih yang telah mentransformasikan pengalaman menonton televisi. Inovasi dalam tv digital memungkinkan untuk memperoleh gambar dan suara yang lebih baik dan lebih berkualitas jika dibandingkan dengan tv analog. Selain itu tv digital juga dilengkapi dengan pilihan-pilihan program yang interaktif. Tv digital lebih efisien dan lebih fleksibel dibandingkan dengan cara penyiaran yang tradisional yang dikenal sebagai analog. Tv digital memungkinkan stasiun untuk menyiarkan beberapa pemrograman sekaligus (multicasting), bukan siaran satu saluran pada suatu waktu. Ia juga dapat digunakan untuk memberikan layanan video yang interaktif dan pelayanan data yang tidak dapat diberikan oleh sistem analog.

Tv digital juga dapat disebut sebagai jenis televisi yang menggunakan modulasi dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran sinyal digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer. (wikipedia)

Gambar 1.1

Gambar 1.1

                   Tv digital memiliki dua keuntungan yaitu memberikan resolusi yang lebih baik dan untuk gambar yang lebih jelas dan menawarkan layar pandang yang lebih luas seperti dalam cinema. Penyiaran tv digital datang dalam resolusi yang berbeda karena resolusi ditentukan oleh jumlah piksel. Sinyal yang digunakan oleh tv digital berbeda dengan sinyal yang digunakan oleh sinyal analog. Transmisi audio dan video dalam sinyal digital berbeda dengan sinyal analog dalam tv analog. Kelebihan sinyal digital adalah dapat menyebarkan data secara mudah tanpa ada gangguan, dibandingkan dengan analog yang rentan dengan gangguan. Oleh karena itu, banyak negara yang menggantikan siaran tv analognya dengan tv digital, seperti Amerika, Inggris, Cina, dll.

Gambar 1.2

Gambar 1.2

       Kehadiran tv digital yang lebih bermanfaat juga mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Pemerintah juga telah menetapkan adanya tv digital di Indonesia sejak tahun 2009. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pemerintah berpindah dari tv analog ke tv digital, di antaranya adalah teknologi penyiaran yang canggih, tampilan lebih segar dan berkualitas, kemajuan teknologi dalam pertelevisian, dsb. (mediaanakindonesia.wordpress.com)

b.      Bagaimana sistem tv digital ?

Terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia, yaitu televisi digital (DTV) di Amerika, penyiaran video digital terestrial (DVB-T) di Eropa, dan layanan penyiaran digital terestrial terintegrasi (ISDB-T) di Jepang. Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV serta MPEG-1 untuk DVB-T.

Secara teknik, pita kabel yang digunakan pada tv analog juga dapat digunakan pada tv digital sehingga tidak memerlukan adanya perubahan pita baik VHF maupun UHF. Lebar frekuensi pita yang digunakan pada tv analog dan digital berbanding 1:6 dengan tv digital. Jadi, misalnya dalam tv analog memerlukan pita selebar 8 Mhz untuk satu transmisi, maka pada tv digital lebar pita tersebut dapat digunakan untuk memancarkan 6 hingga 8 transmisi sekaligus karena tv digital menggunakan sistem multiplek atau multicasting sehingga dapat menampilkan beberapa tayangan sekaligus untuk program yang berbeda.

Gambar 1.3

Gambar 1.3

                   Tv digital perlu ditunjang oleh teknologi penerima yang bisa beradaptasi dengan lingkungan, selain itu ia juga harus ditunjang oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama atau SFN (single frequency network) sehingga daerah cakupannya dapat diperluas.  Produksi peralatan pengolah gambar yang baru (cable, satellite, VCR, DVD players, camcorders, video games consoles) adalah dengan menggunakan format digital. Untuk itu supaya pesawat analog masih dapat dipakai diperlukan inverter (set top box) yang dapat mengubah signal digital ke analog sehingga dapat dilihat dengan menggunakan TV receiver biasa. Frekuensi sistem penyiaran tv digital menggunakan antena yang disebut televisi terestial digital (DTT), kabel (Tv kabel digital), dan piringan satelit. Alat yang berupa telepon seluler digunakan untuk menerima frekuensi televisi digital berformat DMB dan DVB-H. Siaran dalam televisi digital juga dapat menggunakan internet dengen kecepatan tinggi yang dikenal sebagai televisi protokol internet atau yang biasa dikenal dengan Internet Protocol Television (IPTV).

c.       Dampak dari televisi digital

Dari sekitar 200juta penduduk Indonesia, 55% diantaranya menggunakan televisi sebagai media hiburan dan perolehan informasi. Kebanyakan dari penduduk Indonesia menggunakan tv analog, namun ada juga yang mulai menggunakan tv digital. Kehadiran tv digital tentu membawa dampak bagi masyarakat Indonesia karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan tv analog. Ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk beralih ke tv digital, di antaranya :

Terjadinya perpindahan dari tv analog ke tv digital dapat membuka saluran tv yang lebih banyak sehingga memiliki konsekuensi bagi tersedianya peluang yang lebih luas bagi lembaga penyiaran

Diperlukannya alat pesawat televisi yang baru dengan harga yang cukup mahal sehingga mengakibatkan dampak yang cukup besar dikarenakan masih banyak masyarakat yang menggunakan televisi analog. Kemajuan televisi digital mau tidak mau dapat mematikan usaha-usaha kecil yang sudah ada. Oleh karena itu, pemerintah harus mensosialisasikan secara lebih rinci tentang televisi  digital kepada masyarakat

Mahalnya perangkat transmisi dan perangkat operasional dalam televisi digital menyebakan adanya dampak tersendiri bagi industri pertelevisian di Indonesia.

Pada dasarnya, baik tv analog maupun tv digital memiliki sebuah kesamaan, yaitu mereka sama-sama memberikan dampak psikologis terhadap pemirsanya.  Semakin baik kualitas tontonan maka akan semakin baik pula dampak psikologis yang akan diterima oleh pemirsanya, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Dampak positif

Banyak manfaat yang dapat diperoleh ketika menggunakan televisi digital, antara lain:

  • Mempunyai gangguan yang lebih sedikit sehingga pemirsa televisi tidak khawatir ketika cuaca sedang buruk
  • Dapat memilih program yang sesuai dengan pemirsanya, misal pemirsanya anak-anak maka dapat memilih program yang kontennya hanya untuk anak-anak saja
  • Pemakaian bandwith dalam televisi digital tidak sebesar pada televisi analog
  • Mendapatkan tayangan yang lebih berkualitas

Dampak negatif di antaranya :

  • Adanya tvi digital, secara otomatis regulasi di bidang penyiaran harus diperbaiki
  • Bagi masyarakat yang menginginkan siaran tv digital harus membeli tuner yang baru dengan harga yang mahal
  • Jika kanal diberikan dengan sembarangan kepada pendatang, penyelenggara tv digital harus membangun terrestrial infrastruktur dari nol maka penyelenggara televisi analog yang sudah eksis akan ditutup karena kanal yang dipakai telah habis digunakan oleh televisi digital

d.      Perbedaan televisi digital dengan televisi analog

Kelebihan dari televisi digital adalah ketahanannya dalam menghadapi gangguan. Perbedaan keduanya terletak pada perbedaan transmisi. Tv analog memancarkan sinyal analog dengan modulisasi pada Frekuensi Carrier sedangkan tv digital memodulisasi sinyal dengan mode digital. Dalam tv analog, gangguan yang terjadi dapat merusak kualitas gambar, sehingga gambar memiliki kualitas yang rendah, berbeda dengan tv digital yang tahan meminimalisir gangguan sehingga menghasilkan gambar yang lebih berkualitas. Tv analog hanya dapat menampilkan satu tayangan program dalam satu saluran, tv digital dapat menampilkan beberapa program sekaligus.

Selain itu, tv digital memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tv analog, yaitu gambar lebih halus dan jernih dibandingkan dengan tv analog, dapat menghasilkan suara yang sama dengan sumbernya, dapat menampilkan lebih dari lima pemrograman sekaligus, dan dapat merekam siaran. Informasi dari internet pun juga dapat diperoleh melalui tv digital ini.

BAB III

KESIMPULAN

.                  Tv digital merupakan televisi yang menggunakan modulisasi digital dan sistem kompresi untuk mentransformasikan gambar, suara, dan data. Ia merupakan inovasi dalam bidang pertelevisian yang semakin canggih . gambar dan suara yang dihasilkan oleh televisi digital lebih bagus dan berkualitas dibandingkan dengan televisi analog. Televisi digital menanyangkan program yang interaktif serta lebih fleksibel dan efisien. Dalam satu saluran, disuguhkan beberapa program sekaligus (multicasting).

Secara teknik, pita kabel yang digunakan pada tv analog juga dapat digunakan pada tv digital sehingga tidak memerlukan adanya perubahan pita baik VHF maupun UHF. Lebar frekuensi pita yang digunakan pada tv analog dan digital berbanding 1:6 dengan tv digital. Tv digital perlu ditunjang oleh teknologi penerima yang bisa beradaptasi dengan lingkungan, selain itu ia juga harus ditunjang oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama atau SFN (single frequency network) sehingga daerah cakupannya dapat diperluas.

Kehadiran televisi digital di Indonesia juga menimbulkan adanya dampak tertentu, baik dari segi positif maupun negatif. Dari segi positif di antaranya adalah dapat memilih program yang sesuai, memiliki gangguan yang lebih sedikit, dapat menikmati tayangan yang lebih berkualitas. Sedangkan dampak negatifnya adalah, bagi masyarakat yang menginginkan televisi digital maka harus membeli peralatan yang mahal, harus membangun infrastruktur pertelevisian mulai dari nol maka penyelenggara televisi analog dan swasta seperti TVRI, SCTV, RCTI yang sudah eksis harus tutup karena kanal yang digunakan oleh televisi analog habis digunakan oleh televisi digital.

Perbedaan keduanya terletak pada perbedaan transmisi. Tv analog memancarkan sinyal analog dengan modulisasi pada Frekuensi Carrier sedangkan tv digital memodulisasi sinyal dengan mode digital. Dalam tv analog, gangguan yang terjadi dapat merusak kualitas gambar, sehingga gambar memiliki kualitas yang rendah, berbeda dengan tv digital yang tahan meminimalisir gangguan sehingga menghasilkan gambar yang lebih berkualitas. Tv analog hanya dapat menampilkan satu tayangan program dalam satu saluran, tv digital dapat menampilkan beberapa program sekaligus.

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

 

http://mediakartu.wordpress.com/2010/11/07/163/

http://nickyhaeriani.blog.com/tv-digital-vs-tv-analog/

http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital

Link download format docx :

http://www.4shared.com/file/ZJeouk3w/ERA_TV_DIGITAL__20101004031245.html

                  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: